Sebuah peninggalan masyarakat Kluet di Aceh Selatan yang menyisakan banyak rahasia dibaliknya. Rumah Rungko, salah satu hasil budaya masyarakat Aceh Selatan yang sampai saat ini masih kuat berdiri walaupun hsianya sudah ratusan tahun. Sebuah karya persembahan BPCB Aceh bekerja sama dengan Komunitas Bintang Sekorong Aceh Selatan akan menampilkan sisi lain […]
Ie Bu Peudah masih menjadi salah satu sajian tradisional yang bertahan di sejumlah gampong di Aceh Besar, terutama saat bulan Ramadan. Di tengah beragam menu berbuka yang kian modern, hidangan ini tetap hadir dengan ciri khasnya: racikan puluhan daun hutan yang dipadukan dengan rempah-rempah pilihan. Bagi sebagian masyarakat, Ie Bu […]
Sosok Ny. Khailida Amran S.Pdi rupanya bukan hanya sukses mendampingi Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran. Tapi lebih dari itu, perempuan yang berprofesi sebagai Guru Bahasa Inggris di sebuah sekolah negeri di Aceh Selatan itu, ternyata juga piawai dan mahir dalam meracik masakan. Setelah di cicipi, rasanya pun lezat minta ampun. […]
Meusilek atau Peutron Aneuk adalah membawa bayi turun ke tanah dengan suatu upacara atau ritual yang dilakukan oleh masyarakat Aceh dengan praktek yang berbeda-beda ada juga dengan tradisi meusilek atau silat pedang dengan menebas berbagai pohon-pohonan yang sengaja di tanam di depan rumah pas hari acara. Arti dari istilah peutron […]
Dikuburkan di Peucut Kerkhoff memang keinginan setiap tentara Belanda yang tewas dalam perang di Aceh. Itu satu-satunya komplek kuburan militer Belanda paling luas dan terpelihara di Banda Aceh. Malah ketika Konferensi Meja Bundar (KMB) antara Pemerintah Republik Idonesia dengan Belanda digelar, persoalan Peucut Kerkhoff ini menjadi salah satu topik perundingan. […]
Dengan kondisi luka parah akibat memburu Teuku Cut Ali, Marsose Kromodikoro “ketiban” tugas berat. Ia harus memimpin sisa pasukan yang komandannya tewas. Kromodikoro hanya punya pilihan melanjutkan perlawanan dalam ketidakberdayaannya, atau kalah. Kromodikoro merupakan pria kelahiran Landusari, Kedu, Jawa Tengah tahun 1883. Dia masih bayi ketika Gunung Krakatau meletus. Sebagaimana […]
Kapten J Paris merupakan salah satu perwira Belanda yang fasih berbahasa Aceh. Ia tewas dalam pertempuran jarak dekat dengan pasukan Cut Ali di Bakongan, Aceh Selatan pada 3 April 1926. Dalam pertempuran tersebut, Kapten Paris tidak mati sendiri, bersamanya juga tewas dua orang kadet dan tiga orang marsose, sementara sisanya […]